Mitos 5 dari 10
5. Mitos: banteng marah dengan warna merah
Banteng sulit melihat warna merah. Yang memicu serangan dalam adu banteng adalah gerakan kain capa, bukan warnanya.
Apa yang sebenarnya dilihat banteng
Sapi dan banteng hanya memiliki dua jenis sel kerucut di retina, yaitu sel yang mengenali warna, sedangkan kebanyakan orang memiliki tiga. Dalam praktiknya, mereka melihat dengan cara yang mirip dengan orang buta warna merah-hijau, dan warna merah tidak menonjol bagi mereka.
Uji coba dengan kain capa berwarna berbeda menunjukkan bahwa banteng menyerang kain apa pun selama kain itu bergerak. Kain merah yang diam kurang menarik perhatian dibandingkan kain berwarna lain yang dikibaskan di depannya.
Dalam adu banteng, banteng sudah masuk arena dalam keadaan gelisah dan tertekan, yang menjelaskan sebagian besar sifat agresifnya. Kain capa dikibaskan justru untuk mengarahkan serangan.
Kain capa merah di babak akhir adu banteng lebih berkaitan dengan tradisi dan pertunjukan. Penjelasan yang umum adalah bahwa warna merah membantu menyamarkan noda darah.
Pada babak-babak awal adu banteng, kain capa besar yang digunakan matador biasanya berwarna merah muda dan kuning, dan banteng menyerangnya dengan cara yang sama. Warna merah hanya dikaitkan dengan kemarahan hewan itu karena merupakan warna yang dilihat penonton di akhir pertunjukan.
Tahukah Anda? Sapi dan lembu dapat melihat hampir ke seluruh sekeliling tubuhnya, karena matanya berada di sisi kepala. Namun, mereka memiliki titik buta tepat di belakang tubuhnya.

