Fakta Menarik 6 dari 10
6. Di ruang angkasa tidak ada suara
Di ruang hampa angkasa, suara tidak merambat, karena tidak ada udara maupun material lain untuk membawa getaran. Ledakan yang bising dalam film fiksi ilmiah hanyalah kebebasan artistik.
Suara membutuhkan sesuatu untuk bergetar
Suara adalah gelombang getaran yang merambat dari partikel ke partikel, di udara, air, atau benda padat. Ketika Anda berbicara, pita suara membuat udara bergetar, dan getaran itu sampai ke telinga pendengar.
Ruang di antara planet dan bintang hampir kosong. Partikel-partikelnya berjauhan sehingga tidak mampu meneruskan getaran seperti di udara. Karena itu, ledakan di angkasa tidak akan menimbulkan suara bagi siapa pun yang berada di dekatnya.
Para astronot berbicara lewat radio, karena gelombang radio, seperti cahaya, dapat merambat melalui ruang hampa. Di dalam pesawat atau stasiun luar angkasa ada udara, dan di sana suara berfungsi normal, termasuk bunyi kipas dan peralatan yang terus-menerus.
Jika dua astronot menempelkan helm mereka, mereka dapat saling mendengar sedikit, karena suara merambat melalui bahan helm. Prinsipnya sama seperti menempelkan telinga ke dinding untuk mendengar apa yang terjadi di sisi lain.
Tahukah Anda? Pada 2022, NASA mengubah gelombang tekanan gas di sekitar lubang hitam di gugus Perseus menjadi suara. Gelombang aslinya terlalu rendah untuk telinga manusia, sekitar 57 oktaf di bawah do tengah piano, sehingga harus dipercepat agar bisa didengar.

